Tips Resolusi Tahun 2010

Diposting oleh Nanang Suryana | Senin, Januari 04, 2010 | , | 0 komentar »

Apakah Anda telah membuat resolusi pada Tahun 2010 ini. Bagaimana pencapaian tahun 2009? Berhasilkah? Atau hanya bisa dijalankan setengahnya saja. Yang perlu ditilik lagi dari resolusi Anda sebelumnya adalah apakah resolusi tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan Anda? Ini yang banyak menjadi kendala bagi sebagian orang. Resolusi dibuat tidak berdasarkan kemampuan yang ada pada dirinya sehingga tak jarang ditemui resolusi tahun baru hanya sebatas resolusi yang tak pernah terealisasi. Dan jangan heran bila sebagian besar orang yang membuat resolusi Tahun Baru berbuntut pada kegagalan. Sebagian lagi mungkin pada tak pernah mencoba dengan konsekuen untuk menjalankan.

Berikut ini tip-tip agar resolusi Tahun Baru Anda bukanlah menjadi hal yang impposible (tidak mungkin) buat Anda.

Tertulis

Usahakan Anda membuat resolusi dalam bentuk daftar atau catatan rapi, bila perlu Anda membuatnya dalam bentuk poin-poin. Gunakan tanda baca atau karakter tertentu seperti cetak tebal, dimiringkan, atau menggunakan garis bawah untuk hal-hal yang Anda anggap sangat penting atau urgent. Letakan daftar atau catatan tersebut pada tempat-tempat yang memungkinkan Anda melihat dalam waktu yang lama. Misalkan di sebelah monitor, di belakang pintu, atau bila perlu di tempel pada salah satu dinding kamar tidur. Jangan mencoba hanya mengingatnya saja dalam otak, karena besar kemungkinan Anda akan mudah melupakannya apalagi bila tugas kantor sudah menumpuk.

Jangan terlalu banyak

Terlalu banyak resolusi justru membuat Anda akan merasa terbebani, jadi jangan terlalu banyak membuat resolusi. Maksimal cukup tiga atau empat saja. Jika resolusi dalam daftar melebihi itu, pilih yang paling penting dan urgent atau yang paling berharga bagi kehidupan Anda. Bukan bermaksud membatasi kreasi Anda, namun dengan resolusi yang sedikit memungkinkan Anda lebih fokus untuk mencapai resolusi tersebut.

Spesifik

Jangan membuat target resolusi yang abstrak. Jika target Anda terlalu abstrak atau rancu, yakin nantinya akan mengalami kesulitan dalam penentuan titik keberhasilan. Dengan resolusi yang spesifik, diharapkan pencapaian resolusi akan semaksimal mungkin. Selanjutnya Anda jangan jadi orang yang hanya menunggu hasil setelah berusaha. Berusahalah untuk lebih “menjemput bola”.

Perjelas resolusi

Resolusi hanya akan menjadi catatan tahunan semata bila dalam kesehariannya Anda tidak mencoba memperjelas dengan perilaku-perilaku konkrit. Katakan pada tahun berikutnya Anda menginginkan “hidup yang lebih sehat” maka keinginan ini pun mesti Anda barengi dengan prilaku yang menunjukkan proses ataupun strategi yang mengarah ke sana. Bila perlu, Anda bisa membuat catatan kecil yang berisi tindakan nyata untuk mendukung ataupun menunjukkan prilaku konkrit Anda. Misalnya “lebih banyak mengonsumsi serat dan buah” atau “ renang dua kali dalam seminggu” dan yang lainnya.

Target antara

Ini dimaksudkan agar ada suatu Kontrol dalam proses pencapaian resolusi Anda. Target perantara bisa dilihat atau dievaluasi selama beberapa bulan. Dengan target perantara ini, Anda akan dibiasakan bekerja untuk memenuhi pencapaian sesuai dengan jadwal dan tidak menjadi orang yang sibuk pada bagian akhir ketika tenggat waktu sudah dekat. Contoh nya Anda menargetkan keterlambatan masuk kantor menurun sebesar 30 persen selama dua bulan. Maka Setelah dua bulan Anda bisa memeriksa absensi Anda, berapa kali Anda terlambat atau bahkan tidak masuk dari jumlah total hari kerja selama dua bulan tersebut.

Realistis

Walaupun sebenarnya Anda mampu untuk renang setiap pagi sebelum berangkat ke kantro, tapi apakah hal tersebut masih realistis? Coba pikir lagi, bila setidaknya hal tersebut justru banyak ketidaksesuaian pada pelaksanaanya, sebaiknya Anda revisi ulang resolusi tersebut. kegagalan yang semakin sering dapat memicu rasa malas pada diri Anda yang pada akhirnya resolusi bisa tidak tercapai sama sekali. Lakukan revisi misalkan, Anda akan melakukan renang pada pagi hari, di hari Sabtu dan Minggu.

Catat keberhasilan

Catat setiap keberhasilan yang sudah pernah Anda lakukan. Bila perlu catat secara mencolok misalkan dengan mencetak tebal, atau meberi tanda cek dengan spidol. Usahakan catatan ini dibuat semenarik mungkin. Ini bertujuan untuk memotivasi Anda nantinya bila rasa malas sedang menghampiri pikiran Anda. Dengan membuka catatan yang sudah Anda buat sebelumnya dengan secantik mungkin, diharapkan Anda akan kembali termotivasi dan mampu mencetak prestasi lainnya.

Menghargai diri

Jangan lupa untuk memanjakan dan memuja diri dengan mmberi reward ketika Anda berhasil mencapai target walaupun itu hanya sekedar target perantara. Tentukan hadiah seperti apa yang Anda inginkan sejak awal merancang resolusi, sehingga hadiah ini bisa menjadi salah satu motivasi tetap sepanjang tahun untuk terus berusaha mencapai resolusi Anda.

Lingkungan yang mendukung

Sangat perlu mengondisikan lingkungan agar mendukung pencapaian target resolusi kita. Karena secara tidak langsung lingkungan sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan prilaku kita. Jika Anda berniat untuk bangun lebih pagi karena ingin berolahraga, Anda bisa ciptakan suasana lingkungan yang mendukung dengan memasang alarm, menyiapkan perlengkapan olahraga seperti sepatu dan baju sebelum Anda tidur. Selain itu, Anda juga harus menghindari tindakan-tindakan yang bisa menghambat Anda untuk bangun pagi, misalnya sebaiknya Anda menolak ketika teman mengajak Anda jalan-jalan ke mal, karena nantinya Anda bisa kelelahan dan bangun menjadi kesiangan.

Pantang menyerah

Di sinilah letak kelemahan dari pada resolusi yang banyak orang buat. Ketidakberhasilan pencapaiaan resolusi banyak disebabkan karena kebanyakan orang menyerah dengan resolusi yang dibuatnya sendiri setelah mengalami kegagalan. Oleh karena itu, dari awal Anda sudah disarankan untuk membuat resolusi yang lebih spesifik dan realistis. Bila dari awal Anda sadar akan hal ini, dan menyadari kesilapan, Anda akan lebih mudah untuk kembali fokus dalam pencapaian target resolusi. Sekedar untuk disadari bahwa kebiasaan buruk yang ingin Anda hilangkan lewat resolusi tidak akan pernah bisa 100 persen hilang.

Pengawas

Ini sangat diperlukan apalagi bila Anda cenderung orang yang harus dikomando dalam menjalankan tugas. Pengawas bisa siapa saja, teman, pacar, suami, istri, anak, saudara, orangtua, atau rekan sekerja. Initnya orang tersebut memiliki banyak waktu dengan Anda. Sebelumnya beritahu pada orang yang ditunjuk sebagai pengawas tersebut hal-hal apa saja yang dilarang dan diperbolehkan untuk Anda, sehingga pengawas bila langsung memperingatkan Anda bila terjadi kelalaian atau kecurangan. Dan satu hal lagi, mengingat resolusi ini mungkin akan Anda jalankan dalam waktu yang lama, pastikan pengawas tersebut bersedia untuk mengawasi dari awal hingga akhir.

Dari Berbagai Sumber

Artikel Terkait:

0 komentar

Posting Komentar


Jika Anda merasa postingan blog ini bermanfaat, Anda bisa berlangganan melalui email untuk mendapatkan update terbaru.